Assalamualaikum wr wb
Sebelum saya mendeskripsikan dan menganalisis keadaan jurusan saya,yaitu jurusan Akuntansi,saya akan sedikit bercerita tentang “Mengapa saya sangat bangga dan senang dengan jurusan saya,yaitu Akuntansi?”
.Pertama kali ketika saya mulai beradaptasi di jurusan ini adalah saya mulai merasakan suatu keadaan dimanaukhuwah yang begitu kuat yang dapat saya rasakan ketika saya masih menjadi mahasiswa baru sampai saat ini,baik hubungan tesebut antara mahasiswa dengan dosen, mahasiswa dengan mahasiswa (walaupun tidak semua mahasiswa Akuntansi).
Apalagi ketika kakak kelas tingkat atas jurusan Akuntansi mengajak kami untuk melakukan mentoring pertama kali pada saat Masa Pengenalan Akademik (MPA) jurusan Akuntansi bersama dengan teman-teman yang lain. Saya rasa teman-teman di jurusan Fakultas Ekonomi pun dapat merasakan hal yang sama seperti apa yang saya rasakan pada saat mentoring. Dan mentoring tersebut tidak hanya ada pada saat MPA saja akan tetapi hal ini terus berkelanjutan. Walaupun terkadang saya sempat merasakan bosan dan malas untuk melakukan mentoring karena saya berpikir itu hanya membuang waktu saja,namun lama-kelamaan saya pun tersadar bahwa sungguh betapa nikmatnya ketika mentoring bersama. Dan banyak sekali manfaat atau kebaikan-kebaikan yang kita dapatkan dari mentoring tersebut.Walaupun terkadang hanya sekedar kumpul bareng saja ataupun makan bersama,tetapi ukhuwah tersebut terasa indah.dan tali persaudaraan itu mulai terajut dari sini bagaikan seperti keluarga sendiri. Ternyata masih ada hal yang paling bermanfaat dari mentoring in yaitui adalah Insya Allah dapat merubah menjadikan kita sebagai pribadi yang lebih baik lagi dari sebelumnya baik dari segi jasmani dan rohaninya,apabila kita benar-benar menghayatinya (tergantung dari diri pribadi masing-masing inidvidu).
.Pertama kali ketika saya mulai beradaptasi di jurusan ini adalah saya mulai merasakan suatu keadaan dimanaukhuwah yang begitu kuat yang dapat saya rasakan ketika saya masih menjadi mahasiswa baru sampai saat ini,baik hubungan tesebut antara mahasiswa dengan dosen, mahasiswa dengan mahasiswa (walaupun tidak semua mahasiswa Akuntansi).
Apalagi ketika kakak kelas tingkat atas jurusan Akuntansi mengajak kami untuk melakukan mentoring pertama kali pada saat Masa Pengenalan Akademik (MPA) jurusan Akuntansi bersama dengan teman-teman yang lain. Saya rasa teman-teman di jurusan Fakultas Ekonomi pun dapat merasakan hal yang sama seperti apa yang saya rasakan pada saat mentoring. Dan mentoring tersebut tidak hanya ada pada saat MPA saja akan tetapi hal ini terus berkelanjutan. Walaupun terkadang saya sempat merasakan bosan dan malas untuk melakukan mentoring karena saya berpikir itu hanya membuang waktu saja,namun lama-kelamaan saya pun tersadar bahwa sungguh betapa nikmatnya ketika mentoring bersama. Dan banyak sekali manfaat atau kebaikan-kebaikan yang kita dapatkan dari mentoring tersebut.Walaupun terkadang hanya sekedar kumpul bareng saja ataupun makan bersama,tetapi ukhuwah tersebut terasa indah.dan tali persaudaraan itu mulai terajut dari sini bagaikan seperti keluarga sendiri. Ternyata masih ada hal yang paling bermanfaat dari mentoring in yaitui adalah Insya Allah dapat merubah menjadikan kita sebagai pribadi yang lebih baik lagi dari sebelumnya baik dari segi jasmani dan rohaninya,apabila kita benar-benar menghayatinya (tergantung dari diri pribadi masing-masing inidvidu).
Kemudian hal selanjutnya yang saya banggakan dari jurusan saya adalah bagaimana ketika cara kita berkomunikasi dan berkoordinasi dengan Kajur,Kaprodi,dan Dosen-dosen Akuntansi.Dan apa yang saya pikirkan sebelum perkuliahan tentang Dosen-Dosen mata kuliah nanti ternyata berbanding terbalik dari apa yang sebenarnya terjadi. Mereka sangat sungguh peduli dan memperhatikan mahasiswanya baik dari sisi akademik maupun non akademik. Walau terkadang hanya sekedar berbagi cerita dan sharing bersama,mereka tetap peduli dengan anak didiknya. Di tengah berbagai aktivitas dan kesibukan mereka masing-masing,mereka mampu meluangkan waktunya untuk anak didiknya. Bagi kami selaku anak Akuntansi,kebanyakan berpendapat bahwa mereka tidak hanya sekedar Pengajar yang hanya bertugas memberikan ilmu yang sangat bermanfaat untuk kami yang akan kami gunakan kelak di kehidupan nanti,akan tetapi mereka juga merupakan orang tua kedua kami di kampus hijau ini.
Hal ini merupakan salah satu keunggulan dan kekuatan di jurusan saya yaitu Akuntansi,dimana dengan menjalin hubungan dan berkoordinasi yang baik antara mahsiswa dengan mahasiswa,dan juga mahasiswa dengan Kajur,Kaprodi,Dosen, dengan ini semua kami mampu menghadapi semua kesenjangan-kesenjangan yang ada,dimana hal tersebut mampu menjadi pembatas untuk menjadi Akuntansi yang “SATU”. Dan selanjutnya, dengan itu semua kami mampu menjalin ukhuwah silaturahim dan tali persaudaraan yang indah di kalangan satu sama lainnya.
Kita hidup sebagai manusia pasti mempunyai harapan dalam diri kita masing-masing yaitu ingin dapat hidup dengan berbagai macam hal yang tentunya kita inginkan dan dambakan. Namun pada kenyataannya, tidak semua kehidupan yang kita inginkan dan dambakan dapat berjalan dengan mulus begitu saja, tentu saja pasti ada halangan dan rintangan yang harus kita hadapi. Hal ini tentu saja seperti kisah perjalanan kehidupan Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negri Jakarta dalam membangun kehidupan yang lebih baik lagi. Namun tentu saja terdapat kelemahan-kelemahan dan permasalahan yang muncul, karena “Tidak ada satu pun di dunia ini yang dapat hidup sempurna kecuali Sang Maha Pencipta”. Yang paling pertama menjadi sebuah permasalahan adalah masih kurangnya rasa solidaritas, ukhuwah, dan rasa kekeluargaan dari mahasiswa akuntasi sendirinya. Hal ini merupakan menjadi pebincangan hangat yang diangkat ketika sebelum Masa Pengenalan Akademik diadakan, antara Kajur Akuntansi yaitu Bapak Yasser Arafat dengan Kak Anto dan saya. Beliau memepertanyakan terkait masalah hubungan siaturahmi dan ukhuwahmahasiswa Akuntansi secara keseluruhan semakin lama dari tahun ke tahun semakin renggang, yaitu dari jurusan 2008-2010. Entah kenapa saya juga menyetujui dengan pendapat Beliau. Terkadang saya melihat anak-anak Akuntansiapabila saling berhadapan dan bertemu di jalan dengan mahasiswa lainnya khususnya sesama jurusan Akuntansi,tiada sapa bahkan salam yang disampaikan apalagi dengan Pembantu Dekanat Fakultas Ekonomi,Kajur,Kaprodi dan Dosen-Dosen Akuntansi (mungkin salah satunya adalah saya). Terkadang apabila ada acara-acara yang diadakan oleh HMJ Akuntansi,kurangnya respon atau tanggapan lebih dari mahsiswa Akuntasi sendiri untuk menghadiri atau ikut berpartisipasi dalam acara tersebut. Mereka terlihat seperti apatis dan kurangnya rasa peduli sesama anak jurusan Akuntansi dan kegiatan-kegiatan yang diadakan oleh HMJ Akuntansi, agar tecapainya kehidupan yang lebih baik lagi. Hal ini merupakan sebuah tantangan besar, bagaimana caranya untuk menyatukan ukhuwah itu kembali hingga menjadi sebuah jurusan Akuntansi yang harmonis. Yang berikutnya adalah terkadang sikap dan perilaku sebagian Mahasiswa Akutansi yang kurang menyenangkan bisa kita lihat perilakunya di sekitar kampus hijau tercinta kita ini,tampak terlihat sebagian mahasiswa Akuntasi sedang asyik bermain kartu remi yang dapat membawa dampak contoh atau kesan negatif bagi yang lainnya, dan juga dapat membuat kesan atau menimbulkan pendapat atau komentar yang kurang menyenangkan dari berbagai kalangan baik itu dari mahasiswa Akuntansi sendiri ataupun mahasiswa lainnya bahkan dosen sekalipun.
Sedikit solusi atau ide yang saya kembangkan untuk mempersatukan ukhuwah tersebut kembali utuh menjadi satu kesatuan ialah dengan cara melakukan pendekatan internal terhadap mahasiswa Akuntansi yang satu dengan yang lainnya, yang kemudian bisa dilanjutkan dengan dilakukannya melalui kumpul diskusi atau biasa disebut dengan mentoring dengan membahas masalah-masalah seputar Akuntansi atau isu yang sedang dibahas. Setelah itu, diadakannya kajian-kajian atau pelatihan-pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa Akuntansi baik untuk kemampuan soft skill maupun hard skill. Atau bisa juga dengan mengadakan kegiatan-kegiatan atau event yang dapat mengumpulkan dan menggabungkan mahasiswa Akuntansi tersebut,seperti kegiatan olahraga,pertunjukkan bakat dan kreativitas,dan kompetisi debat . Hal ini semata-mata bertujuan untuk menyatukan mahasiswa Akuntansi secara utuh walupun dengan cara yang bertahap.
Selanjutnya saya akan sedikit membahas tentang peluang-peluang apa saja atau kesempatan yang dapat dimanfaatkan oleh anak Akuntansi. Menurut saya, banyak sekali mahasiswa Akuntansi yang memiliki bakat atau potensi yang lebih, namun sayang terkadang kurangnya wadah untuk mengembangkan bakat atau potensi tesebut menjadi lebih lagi. Seharusnya banyak peluang atau kesempatan yang dapat di raih oleh mahasiswa Akuntansi baik itu dari akademik maupun non akademik,asal bakat atau potensi tesebut dapat dikembangkan lebih lagi. Saran dari saya seharusnya harus ada wadah atau tempat yang untuk mengembangkan bakat atau potensi mereka lebih lagi atau diadakannya kegiatan atau event yang mampu mengembangkan potensi mahasiwa Akuntansi tersebut.
Cukup sekian essay yang saya buat,mungkin ini merupakan pengalaman yang saya alami atau terjadi.Apabila ada kekurangan atau kesalahan kata,dari diri saya pribadi mohon maaf.


Kak saran dong. Mending ambil manajemen apa akuntansi? Aku masih bingung 2 jurusan ini