Apa yang Anda pikirkan tentang logam kuning mengkilap yang berharga? Ya, benar "EMAS" jawabannya. Sosok yang kebanyakan disukai oleh kaum hawa ini sudah dikenal oleh masyarakat luas sejak lama, karena berbagi manfaat dan kegunaannya,diantaranya untuk mata uang, perhiasan, alat elektronik, dll.
Ternyata emas pun menarik perhatian saya, ketika saya menghadiri suatu kajian ekonomi islam yang diadakan oleh BSO KSEI FE UNJ terkait "Investasi Dinar dan Dirham". Apa itu Dinar dan Dirham? Ya Dinar adalah istilah untuk koin emas dan Dirham adalah istilah untuk koin perak. Dalam kajian tersebut dibahas luas terkait Dinar dan Dirham.
Mungkin saya akan membahas sedikit terkait ilmu yang didapatkan dari kajian tersebut.
Sejak berabad-abad yang lalu peradaban islam pernah menjadi pemegang kekuatan ekonomi di dunia, tak heran pada masa khalifah sudah mengenal istilah dinar dan dirham untuk mata uang sebagai alat pertukaran dan transaksi pada zaman tesebut. Dengan menggunakan kedua mata uang tesebut perkembangan ekonomi tumbuh pesat.
Namun seiring berkembangnya zaman, para pakar ekonom dan mafia asing mulai menawarkan kepada masyarakat dengan iming-iming alat pertukaran yang lebih mudah yaitu uang kertas, yang kita kenal sekarang dan akhirnya masyarakat pun menerima keberadaan uang kertas sebagai alat pertukaran dan bukti yang syah. Padahal jaminan untuk emas dan uang kertas itu berbeda sangat jauh.
Tapi Tahukah Anda?
Bahwa "Nilai" Uang Kertas dan Emas itu berbanding terbalik. Ya itu memang benar, kita tahu bahwa tiap hari, bulan, dan tahunnya Nilai Uang Kertas cenderung menurun tetapi Nilai Emas cenderung stabil bahkan naik terus menerus (kalo misalkan turun harganya tidak terlalu drastis dan itu hanya sementara kemudian kembali normal seperti semula)
Mengapa Hal ini terjadi?
Kalo tidak salah dulu,apabila pemerintah setiap mau mencetak uang kertas itu ada jaminannya berupa emas, tapi pada zaman sekarang uang kertas dicetak, tapi jumlah nilainya tidak sesuai dengan jaminannya. Bahkan ada juga uang kertas yang dicetak tapi tanpa ada jaminannya lagi berupa emas (yang nilainya tetap stabil dari tahun ke tahun).Jadi hal ini yang menyebabkan uang kertas (nilainya turun dari tahun ke tahun), sedangkan emas (nilainya cenderung stabil bahkan naik).
Wallahu a’lam
Nih cerita Si Pemberi Kajian tentang Dirham :
"Dulu pada saat Idul Adha di zaman Rasulullah ketika hendak ingin membeli kambing untuk diqurbankan sekitar kisaran 1-2 Dirham,sekarangpun dengan kisaran 1-2 Dirham (sekitar Rp. 1,5 juta) masih bisa untuk membeli kambing"
Nih artikel terkait tentang Mengapa Memilih Investasi Dinar Emas Islam?
Sumber : http://www.dinar-online.com/
Ada berbagai pertimbangan untuk memilih investasi dalam dinar emas. Beberapanya dapat kami uraikan di bawah ini.
1. Dinar Emas Untuk Syiar Islam
Dalam sebuah hadits Rasulullah bersabda, "Tidak ada kewajiban zakat atas harta emas yang belum sampai 20 dinar. Apabila telah sampai 20 dinar, maka zakatnya adalah setengah dinar. Demikian juga perak tidak diambil zakatnya sebelum sampai 200 dirham yang dalam hal ini zakatnya adalah 5 dirham."
(1 dinar= 4,25 gram, jadi 20 dinar=85 gram)
(1 dirham=2,975 gram, jadi 200 dirham=595 gram)
"Dipotong tangan seorang pencuri pada pencurian seperempat dinar ke atas." (HR. Bukhari)
Kalaulah dinar emas tidak tersosialisasi dengan baik di tengah masyarakat, tentu kita akan bertanya-tanya “1 dinar itu berapa rupiah?”
2. Zero Inflation Effect
Harga dinar emas tidak selamanya naik melainkan fluktuatif terhadap mata uang (grafik harga dinar dapat dilihat di halaman utama website ini). Namun secara jangka panjang harga dinar emas selalu mempunyai kecenderungan meningkat.
Ketika harga dinar emas turun, pastilah harga komoditi yang lain seperti minyak, gandum dll juga ikut turun.
Diriwayatkan dari ‘Urwa : “Bahwa Nabi memberinya satu Dinar untuk membeli domba untuk beliau. ‘Urwa membeli dua ekor domba untuk beliau dengan uang tersebut. Kemudian dia menjual satu ekor domba seharga satu Dinar, dan membawa satu Dinar tersebut bersama satu ekor dombanya kepada Nabi. Atas dasar ini Nabi berdoa kepada Allah untuk memberkahi transaksi ‘Urwa. Sehingga ‘Urwa selalu memperoleh keuntungan (dari setiap perdagangannya) – bahkan seandainya dia membeli debu” (HR Ahmad)
Pada zaman Rasulullah harga kambing di kisaran 1-2 dinar, sekarangpun dgn 1-2 dinar (saat ini Rp 1,5jutaan) masih bisa untuk membeli kambing.
Bandingkan dengan rupiah yang 40 tahun lalu harga kambing di kisaran Rp 800, sekarang sudah jutaan rupiah, menurut data statistik dan prediksi 40 tahun yg akan datang harga kambing akan berada di kisaran Rp 5,5 milyar!
3. Dinar Emas Sangat Cocok Untuk Investasi/Tabungan Jangka Panjang
Tabungan Pendidikan Anak
“Saya seorang yang merasakan langsung tak berdayanya nilai pertanggungan asuransi dalam rupiah yang pernah saya ikuti. Saya ikut asuransi pendidikan mulai tahun 1988. Pada 2006 saya mendapatkan nilai tebus yang dijanjikan pihak asuransi yaitu Rp 22,5 juta. Sebuah nilai yang saya anggap besar ketika pertama kali join di asuransi pendidikan dulu.
Ternyata uang itu tak bernilai ketika anak saya harus masuk ITB yang uang masuknya ketika itu Rp 45 juta.
Setelah mengenal Dinar Islam sebagai penyimpan asset dan instrument investasi, saya kembali menghitung. Seandainya premi asuransi saya secara bertahap saya alihkan dalam bentuk Dinar, maka pada tahun 2006 itu saya akan memiliki 227 keping Dinar yang setara dengan Rp 161.000.000 !!
Tabungan Haji
Haji ONH biasa
Tahun 2000 – 70 dinar
Tahun 2009 – 26 dinar
Tahun 2015 – 15 dinar (prediksi)
4. Dinar Emas Mudah Didapat dan Sangat Liquid
Properti mungkin bisa dijadikan pilihan untuk investasi jangka panjang, tetapi kelebihan dinar adalah sangat liquid. Berbeda dengan properti yang terkadang membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk menjualnya, dinar emas bisa ditukar uang hari itu juga.
Bahkan dengan semakin banyaknya pengguna dinar, transaksi dapat dilakukan dengan sesama pengguna.
Gak ada salahnya kok Anda mulai mencoba melakukan investasi Emas dari sekarang dan buktikan hasilnya. Kalo saya punya rezeki sih Insya Allah pingin mencoba melakukan investasi Emas hehe :D
Mohon maaf apabila ada kesalahan redaksi dan sumber, semoga bermanfaat.


Posting Komentar